Wednesday, March 4, 2015
Kepemimpinan
Mencari Pemimpin Kelas Dunia:
Untuk menjadi pemimpin kelas dunia diperlukan beberapa aspek:
Pertama, Ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, hal ini merupakan hal pertama yang harus seorang pemimpin miliki, karena mustahil pemimpin bisa membawa kebahagian kepada yang dipimpinnya, jika ia bukan seorang yang bertaqwa kepada Tuhan Yang Esa. Hal ini sangat mutlak dimiliki seorang pemimpin karena banyak contoh didunia bila negara dipimpin oleh seseorang yang kurang keimanannya kepada Tuhan Yang Maha Esa, ia akan lebih cenderung menghalalkan segala cara untuk memaksakan kehendaknya (diktator) dan tidak menghargai sendi-sendi kehidupan serta norma-norma keagamaan yang pada akhirnya menimbulkan keresahan dan kerusakan bagi yang dipimpinnya. ( hal ini bersifat mutlak dan tidak dapat diperdebatkan )
Kedua, Mempunyai pengalaman yang handal, dimana pengalaman yang dimaksud adalah ia memiliki kemampuan aktual yang didasarkan dari hasil capaian terbaik yang pernah ia lakulan terhadap suatu hal yang bermanfaat bagi kehidupan manusia dan lingkungaannya. Gelar pendidikan tanpa aktulisasi di lapangan dan kemanfaatannya bagi manusia serta lingkungan adalah kesia-siaan saja.
Ketiga, Bisa bertindak tegas terhadap hal yang merugikan kehidupan rakyatnya. Seseorang yang mampu bertidak tegas adalah seseorang yang tidak memiliki kepentingan lain selain kepentingan umum halayak yang menyangkut kepetingan orang banyak. Hal ini dapat terwujud jika pemimpin memiliki ketegasan sikap perbuatan dan perilaku, ......................................
Keempat, Rela berkorban demi kepetingan yang lebih besar .......................................
Kelima, Tidak mudah dipengaruhi oleh kepentingan sesaat, serta punya pengendalian diri yang baik .............................................................
Faktor Kepintaran dan Kecerdasan bukan faktor utama bagi seorang pemimpin, itu hanya faktor pendukung yang tidak memiliki korelasi yang pas untuk seorang pemimpin, karena kebanyakan orang sering salah menilai dimana faktor kepintaran dan kecerdasan dengan sederet gelar pendidikan, dijadikan tolok ukur seseorang menjadi pemimpinnya. Hal ini banyak terjadi setelah seseorang yang dianggap pintar dan cerdas tersebut menjadi pemimpin, mereka malah mengakali untuk kepentingan dirinya sendiri atau kelompok tertentu saja, serta mengabaikan kepetingan orang banyak.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)



No comments:
Post a Comment